Mentang-mentang ganteng
Adzan ashar telah berkumandang. Aku segera beranjak ke mushola bersama temanku namanya Zahra. Seorang gadis yang baik hati tidak sombong dan jujur apa adanya (aishlah). "Ndah, udah adzan nih shalat yok?". Kata zahra. "Ayo dah sholat.. Biar, cepat bisa bantu-bantu. Kan acaranya belum selesai ". Kataku sambil melipat almamaterku. Kebetulan ada acara kegiatan kampus dan kebetulan aku jadi panatia. Pada saat keluar dari sekret, aku dan zahra segera bergegas ke mushola. Tapi sepertinya zahra melihat dari kejauhan musholanya ramai. Karena di tempat wudhunya ramai pasti bakalan antri. "Ndah, ke kamar mandi di gedung A aja ayok ambil wudhunya?" kata zahra. "Ohh iya deh". Kataku. Ketika itu aku sama zahra jalan. Ada seorang cowok duduk dimeja bundar dari kejauhan, sepertinya lagi telponan sama seseorang dan ngelihatin aku sama zahra dari kejauhan. Dan aku ikut-ikutan ngelihatin juga dari kejauhan. Pas sudah lewatin meja bundar itu dan aku tahu itu ...