Mentang-mentang ganteng

Adzan ashar telah berkumandang. Aku segera beranjak ke mushola bersama temanku namanya Zahra. Seorang gadis yang baik hati tidak sombong dan jujur apa adanya (aishlah).
"Ndah, udah adzan nih shalat yok?". Kata zahra.
"Ayo dah sholat.. Biar, cepat bisa bantu-bantu. Kan acaranya belum selesai ". Kataku sambil melipat almamaterku. Kebetulan ada acara kegiatan kampus dan kebetulan aku jadi panatia.

Pada saat keluar dari sekret, aku dan zahra segera bergegas ke mushola. Tapi sepertinya zahra melihat dari kejauhan musholanya ramai. Karena di tempat wudhunya ramai pasti bakalan antri. "Ndah, ke kamar mandi di gedung A aja ayok ambil wudhunya?" kata zahra.
"Ohh iya deh". Kataku.

Ketika itu aku sama zahra jalan. Ada seorang cowok duduk dimeja bundar dari kejauhan, sepertinya lagi telponan sama seseorang dan ngelihatin aku sama zahra dari kejauhan. Dan aku ikut-ikutan ngelihatin juga dari kejauhan. Pas sudah lewatin meja bundar itu dan aku tahu itu siapa. Sebut saja kakak itu deh namanya (nama samaran, kalau sebut namanya sayanya nggak bisa tidur nanti. Karena kepikiran wajahnya dia terus dan berharap dia nggak kunjungin ke blog saya haha) emang sih orangnya ya gantenglah, lumayanlah buat cuci mata.

Ketika sudah berada di gedung A. Aku tanya sama zahra kenapa kakak itu ngelihatin kita seperti itu yak.
"Kenapa, kakak itu ngelihatin kita? Serius amat ngelihatin kita". Kataku sambil ketawa
"Emang begitu orangnya ndah." kata zahra.
"Aku ingat pas interview sama dia. Aku sengaja pakai masker". Kataku
"Terus-terus gimana?" tanya zahra yang penasaran dengan cerita aku hehe..
"Iya gitu deh, dia suruh buka maskernya, tapi aku nggak mau, aku bilang lagi pilek nanti tertular. Dan dianya aja itu maksa, penasaran sama wajah aku. Pada akhirnya aku buka maskernya". Kataku pasang muka pasrah.
"Hmm... Habis itu gimana ndah?" tanya zahra saking seriusnya dengar cerita aku.
"Hmm.. Gitu deh, tanya-tanya sih. Tapi dianya kebanyakkan cerita melulu. Dan aku grogi kalau dekat sama orang ganteng apalagi ngelihatin lama benar dah wkwk". Kataku sambil ketawa
"Ada-ada aja kamu ndah wkwk". Kata zahra ikut ketawa dengar ceritaku.
"Terus ya kalau upload foto lewat wa story yak. Foto sama cewek cantik tau. Mentang-mentang dia ganteng. Wkwk". Kataku
"Haha.. Ngakak aku dengar ceritamu ndah. Itu mah udah Dari sononya muka tampan dan banyak cewek-cewek yang dekatin. Asalkan dia jomblo belum sold out aja ndah, udah deh ambil wudhu yok." kata zahra sambil ikut ketawa dan aku juga.

Menyukai atau mengagumkan dengan seseorang boleh-boleh saja. Belum tentu juga naksir apalagi sampai jatuh cinta *ehh. Menyukai itu seseorang itu emang gampang. Tapi jatuh cinta sama seseorang itu nggak gampang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyongkolan:Perkawinan Dalam Adat Sasak

Menyamar sebagai sahabat

Menunggu kepastian