PRAKTIKUM



Sebelum ceritanya di mulai, saya bukan anak Saintek dan juga saya tidak mengambil program studi IPA, Akan tetapi ada cerita dan peristiwa yang tidak terduga di balik semua ini. Mungkin langsung saja tidak perlu basa-basi.


PRAKTIKUM
siang yang di mana mataharinya sampai menembus kulit yang paling dalam. Iin seorang perempuan berusia sekitar 20 tahun sedang menempuh pendidikan penguruan tinggi, di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP). Ia mengambil program studi bahasa, sekarang ia semester tiga. Ketika masuk kuliah siang mau naik ke lantai tiga, ia bergegas naik tangga karena takut dosennya masuk. Sebelum naik ke lantai tiga ada sekumpulan mahasiswa dan mahasiswi sedang ramai-ramai menulis laporan praktikumnya di depan lab Kimia. Sepintas ada seorang cowok sedang menulis laporan di antara kerumunannya cewek-cewek dan pada akhirnya Iin langsung bergegas naik ke lantai tiga. Ketika menuju ke lantai tiga Iin kebingungan karena mengerjakan laporan praktikum sebelum di kumpulkan. “heran gua kenapa sih, kok ngerjain laporan sebelum di kumpulkan tinggal beberapa menit lagi, iya nyantai aja gitu. Ada lihat laporannya di temannya dan juga mau lihat laporan landasan teori di teman satunya. Lagian tuh si berkumis tipis juga (nama disamarkan) ngapain juga keremunannya sama cewek-cewek lagi dan kerjanya main game aja, barusan sekarang kerjain laporan H-2 jam dikumpulin”. Kata Iin hanya bisa melihat dari kejauhan.

Ketika mata kuliah pertama sudah selesai. Temannya Iin bernama Suyan mau minta antarin ke kamar mandi di lantai dua. “In antarin ayok ke kamar mandi mau buang air kecil nih?”,kata suyan tidak menahan lagi untuk segera membuang air kecil. Tetapi Iin hanya merespon dengan mangganguk-angguk kepalanya. Ketika sudah berada lantai dua mau ke kamar mandi, Iin menunggu di luar sambil main HP. Beberapa menit kemudian Iin menghirup bahan kimia dan tidak enak untuk di hirup. “uwekkk.. bau apa ini?? Gak enak sekali, aduh pusing kepala gua gak kuat nih. Suyan.. suyan.. woey, cepatan keluar”. Kata Iin sambil menutup hidung. “kenapa in??”. kata suyan dengan kebingungan tiba-tiba, “uwekk bau apa nih?? Kayak bau bahan kimia deh?”. Kata suyan. “iya nih, kayaknya dari lab kimia deh, gak tau buat apaan, ayo dah balik ke kelas, gua pusing ini, gak tahan sama baunya”. Kata Iin segera bergegas naik tangga dan kembali ke kelas bersama suyan.

Keesokan harinya, Iin membuka hp, melihat status di facebook membaca status dari cowok berkumis tipis tanpa sengaja muncul di beranda, dan Iin langsung kaget dan kesal walaupun tidak kesal sama cowok berkumis tipis. Tapi ia kesal sama yang buat itu, tidak kira-kira kasih racikannya sampai kebauan dari luar lab. Ketika mau menjelang UAS tinggal beberapa minggu ini, sudah sepi tidak ada praktikum lagi. “tumben sepi kampus yak, biasanya rame sama orang lagi praktikum. Oyaa.. gua baru tau, anak kimia kan sudah UAS duluan daripada gua ujian terjadwal dan tidak terjadwal sama aja. Tetap aja gak ujian tapi di ganti sama tugas wkwk”. Kata Iin sambil berbicara di dalam hati dengan senyum manisnya yang ada lesung pipinya walaupun sedikit. Semoga kenangan yang lumayan pahit tidak terulang lagi, di kemudian hari. TAMAT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyongkolan:Perkawinan Dalam Adat Sasak

Menyamar sebagai sahabat

Menunggu kepastian