Suatu cerita ada sekelompok mahasiswa yang akan menjalankan tugas akhir selain skripsi. Yaitu, KKN (Kuliah Kerja Nyata) kurang lebih selama 45 hari. Untuk pengabdian kepada Masyarakat di tempat KKN nanti. Yang pastinya, ada perwakilan setiap fakultas untuk kelompok KKN nya. Semoga dapat teman yang baik-baik deh, nggak macam-macam pastinya. Setidaknya, ada mau ngajak sholat dan ngaji bareng gitu hehe. Dan yang terpenting mudah-mudahan nggak ada yang cinlok (cinta lokasi) atau terlibat cinta segitiga deh pokoknya. Masa iya, cinta dibagi-bagi duh nyesek banget ya.
Pagi-pagi Indah sudah ngecek smartphonenya lihat lokasi KKN. Yang pasti dia berharap kknnya tidak jauh dari rumahnya. Ketika sudah cek lokasinya dia lihat nama-nama yang sekelompok akan jadi teman, sahabat, gebetan sesaat, pacar sesaat, dan keluarga sementara selama 45 hari. Ketika itu Indah cek nama-nama teman KKN nya ternyata cowok cuma ada 2.
"Ada Yunda, Ros, Intan, Bagas, Aji."
"Anih.. cowoknya cuma ada dua lagi. Kok dikit amat yaa." Sambil memegang dagunya karena miris lihat daftar jumlah cowoknya dikit.
"Dong.. nggak bisa cuci mata nih. Kalau dikit cowoknya ishh.."
"Mudahan orangnya baik dua cowok itu dan berguna banyak pastinya selama KKN."
Kebanyakan ceweknya ketimbang cowoknya. Mudahan adem-ayem deh. Apalagi ceweknya banyak kalau ada salah paham dikit. Langsung sikut dah terus saling sindir-sindiran lagi, jangan sampai.
Sesampai di kampus sambil menunggu dosen masuk ke kelas. Indah langsung cek smartphonenya untuk melihat lagi. Ternyata sudah masuk grup whatsapp. Langsung antusias chatting teman-teman barunya dengan semangatnya dia langsung ikutan chat sambil berkenalan. Ketika itu ada yang belum masuk grup. Indah langsung antusias nelpon tapi dia acak yang mau ditelpon. Karena banyak banget username nggak seseuai dengan namanya.
"Halo.. Assalamualaikum?"
"Iya, Waalaikumsalam dengan siapa ya?" dengan suara sedikit berat.
"Aku Indah.. ini benar dengan Bagas ya?" jawab Indah dengan sedikit keraguan.
"iya." Jawab Bagas dengan singkat.
"hmm.. kamu udah masuk digrup whataspp KKN kelompok kita?"
"iya, udah kok."
"iya deh.. kalau begitu assalamualaikum." Jawab Indah langsung tutup telponnya.
"aduhh.. kenapa aku deg-degkan yaa? Kok tumben aja gitu dengar suara cowok. Seperti pantas jadi panutan gitu. Duh.. kenapa aku mikirin dia sih. Ketemu aja belum huh." Berguman dalam hati.
Sesudah itu, pada sore harinya mereka berkumpul. Tidak jauh dari kampus, tepatnya, di lapangan untuk diskusi mengenai tugas selama KKN nanti. Pastinya, bakal ada konfilk di tengah jalan karena banyak ceweknya juga sih. Ketika sudah sampai di lapangan Indah belum tahu wajah teman-temannya yang mana. Jelaslah, banyak orang masa iya, tanya satu-satu. Ketika itu ada seorang cewek memakai jilbab warna hijau lumut dan serasi dengan bajunya menghampiri si Indah. Kalau dilihat dari wajahnya cewek ini seperti wajah anak kecil. Dan juga kelihatan pintar juga orangnya. Yang pasti, ini cewek baik dan nurut sama orang tuanya.
"Asalamualaikum.. kamu yang namanya Indah ya?" Tanya cewek yang berjilbab hijau lumut itu.
"Iya, aku Indah. Hmm.. kamu siapa ya?" Jawab Indah sambil melihat-lihat dari ujung kepala sampai ujung kaki sepertinya nggak asing wajah cewek ini.
"Oyaa.. namaku Yunda ini benar kan kelompok KKN desa Bonjeruk?" Tanya Yunda.
"Iyaa.. benar, kebetulan aku sendiri dari tadi. Nggak tau wajah-wajahnya hehe."
"Hmm.. iya deh duduk aja dulu di sini. Aku chat mereka dulu?" Jawab Yunda yang membuka smartphonenya untuk chatting mereka.
Menunggu beberapa menit ada seorang cewek dengan baju kembang-kembang. Dan rambut panjang diikat tengah bersama cowok berkumis setengah tebal yang memakai baju kemeja dan membawa tas ransel datang secara bersamaan. Hampiri Indah dan Yunda duduk di lapangan.
"Hai.. maaf yaa telat. Karena baru selesai kuliah jam segini." kata cewek yang pakai baju kemabng-kembang.
"Oyaa.. Aku juga baru kelar nih kuliahnya." Kata cowok yang berkumis setengah tebal.
"Iyaa.. nggak apa-apa kok. Oyaa.. nama kalian siapa dan dari fakultas mana ya?" Tanya Indah.
"Namaku, Intan dari Fakultas Ekonomi dan yang cowok ini namanya Bagas. Orangnya ngeselin terus yaa dia jomlo lho nggak ada yang mau sama dia wkwk." Jawab Intan dengan ejek si Bagas.
"Huh.. dasar. Untung yaa nggak sekelas sama kamu tan. Tapi, kok bisa ya, satu KKN sama kamu wkwk." Jawab Bagas dengan membalas ledekkan si Intan.
"Hahaha.. astaga kok gitu banget sama teman sendiri. Nggak boleh tau." Kata Indah.
"Oyaa.. yang lain mana ya? Kok belum datang? Bentar lagi mau magrib lho." Nyeletuk Yunda.
Setelah beberapa saat menjelang magrib akan tiba. Ada seorang cewek yang memakai jilbab warna mocca yang dipadukan dengan warna baju hitam dengan celana jeans dengan warna yang sama. Tiba-tiba ada seorang cowok memakai helm dan motor track hampir mau nabrak cewek ini.
"Ehh.. hati-hati dong bawa motornya!"
"Yaelah.. hampir nabrak. Mbaknya juga jalannya nggak mau pelan-pelan."
"Saya lagi buru-buru udah kesorean ini. Saya mau kumpul dengan teman-teman KKN." Kata cewek ini masih ngegas.
"Sama, saya juga mau kumpul. Dong selow ngomongnya mbak." Jawab cowok ini dengan santuyynya.
Yunda, Indah, Intan dan Bagas berkeliling mencari teman KKN nya yang masih tersisa. Kalau nggak ada yang datang mereka mau pulang. Karena bentar lagi adzan magrib akan segera bunyi. Tiba-tiba mereka samperin cewek cowok ini masih berantem di tengah jalan.
"Mas mbak, ada apa-apa ribut-ribut ini?" Tanya Bagas.
"ini lho.. masak saya mau hampir ditabrak sama orang ini!" Jawab cewek ngegas ini sambil nunjuk cowok yang berhelm itu.
"kan hampir ditabrak. Lagian nggak ada yang luka juga. Bisa nggak usah pake otot ngomongnya." Nyeletuk cowok yang berhelm itu.
"sudah-sudah.. nggak usah berantem di jalan yaa. Nggak enak lihat sama orang banyak lagi." Kata Intan dengan arah melihat cowok berhelm itu.
"Oya.. kalian mau cari teman-teman KKN ya?" Tanya Yunda.
"Iyaaa.." Jawab serentak.
"Kalian dapat desa di mana?" Tanya Yunda lagi.
"Dapat di desa Bonjeruk." Jawab lagi samaan.
"Syukur dah.. untung ketemu di sini. Oyaa.. nama kalian siapa? Tanya Indah.
"Namaku.. Ros."
"Namaku.. Aji, langsung ya, dibahas aja langsung untuk KKN nanti. Sisanya ntar bahas digrup."
Mereka pada akhirnya berkumpul juga. Walaupun banyak nggak bisa datang. Bahas proker dan lain-lain untuk selama 45 hari nanti. Dan juga mereka sepakat akan berkumpul di lapangan lagi besok sore. Karena mereka mau foto bareng untuk membuat spanduk di posko tempat KKN.
Pada sore harinya, Yunda dan teman-teman yang lain berkumpul lagi dengan memakai almamater. Sembari menunggu yang lain, Indah samperin si Yunda baru habis telponan sama seseorang.
"Hey, habis telponan sama siapa itu? Serius banget deh." Tanya Indah.
"Ohh.. ini baru habis telpon sama calon mertuaku." Jawab Yunda dengan senyum.
"Wihh.. udah punya calon aja. Ehh.. terus kapan nih nikah? Jangan lupa ya undangannya hehe."
"Hehe.. siap-siap. Insyaallah habis wisuda, Ndah. Doain yaaa.."
"Iyaa yun. Btw, pacarmu kerja di sini yaa?" Tanya Indah.
"nggak ndah, aku lagi LDR-an sama dia. Dia sekarang kerjanya di Sumba." Jawab Yunda dengan menunduk wajahnya.
"Hmm.. maaf ya, saya nggak bermaksud bikin kamu sedih yun. Yaa, semoga langgeng ya, sampai pelaminan." Kata Indah sambil mengelus punggungnya Yunda.
"Nggak apa-apa, Ndah."
Tiba-tiba Bagas dan Aji datang dengan membawa kamera berserta alat-alat lainnya. Aji memanggil teman-teman yang lain, untuk bersiap-siap. Intan sama Ros bersama teman-teman lainnya segera bergegas untuk siap-siap berfoto di Tugu. Nyaris saja Yunda hampir tepeleset. Sontak saja aji langsung menolongnya agar Yunda tidak terjatuh. Saling memandang atau kontak mata hanya dalam beberapa saat.
"Ehh.. Ehh.." Langsung Yunda berdiri dan merapikan alamamaternya.
"Maaf yaa.. tadi langsung aku tolongin. Ntar, kalau kamu jatuh nanti almamatermu kotor." Kata Aji.
"Iya, terima kasih udah tolongin." Jawab Yunda dengan pasang wajah sendu.
Akhirnya mereka foto bersama di Tugu itu dengan pasang wajah, ada yang senyum sedikit, senyum nggak iklas, dan senyum lepas deh, sepertinya ada yang bahagia gitu hehe. Ketika itu Bagas, Indah, Intan, dan Aji foto di atas karena mereka tinggi badannya. Sedangkan, 6 orang lain di bawah dengan rumput-rumput tebal. Ketika itu Bagas berada di sebelah Indah untuk berfoto bersama. Indah merasa deg-degkan dekat Bagas bersebalahan ketika foto bersama. Sampai-sampai Indah nggak berani menoleh ke arah Bagas. Karena saking depetnya berfoto.
"Aduh.. kenapa aku deg-degkan yaa kalau dekat Bagas. Ngapain sih dia depet-depet lagi sama aku, isshh."
"sedangkan Intan, dekat sih dekat tapi nggak depet-depet banget dah." Berguman di dalam hati.
BERSAMBUNG..
Hai, Indah, ini aku panggil sesuai nama Blogmu
BalasHapusHai jugaaa.. Gildas :)
Hapus