Terlibat Cinta Segitiga Bagian II
Kenyamanan
bisa datang di manapun dan kapanpun. Tergantung bagaimana untuk memperlalukannya.
Sehingga kenyamanan ini tidak bisa dihindar. Hanya satu kenyamanan hilang
dengan sendirinya. Yaitu, buatlah hatinya terluka karena perasaan yang begitu
berharap ingin memiliki seutuhnya. Sehingga kenyamanan itu sirna oleh luka yang
menyayat hati tidak berdarah. Tetapi akan membekas oleh ingatan.
Ketika
mereka selesai berfoto bersama untuk segera buat spanduk untuk posko KKN nanti.
Mereka siap-siap bergegas untuk pulang karena menjelang malam. Yunda tidak ada
temannya pulang karena tadi dia jalan kaki dari fakultasnya.
“ntan..
kamu bawa motor ya?” Tanya Yunda.
“hmm..
nggak bawa yun.” Jawab Intan.
“Yahh..
baru aja mau nebeng ke kamu ntan.” Yunda dengan wajahnya letih dan lesu.
Tiba-tiba
Aji datang menghampiri Yunda sambil membawa kamera dan peralatan lainnya masuk
ke mobilnya.
“Yunda,
Intan kok masih di sini? Bentar lagi gelap lho.” Tanya Aji.
“Iya
ji.. aku sama Intan nggak bawa motor. Tadi Indah sama Ros udah pada pulang
nebeng. Kalau si Bagas tadi naik ojek online.” Jawab yunda dengan sedikit nada
tidak bersemangat dan wajahnya letih karena kecapekan seharian ada di kampus.
“iyaa
deh.. kalau gitu gimana pulang bareng aku aja yaa.. kebetulan aku bawa mobil
karena aku bawa kamera.” Menawarkan diri Aji dengan parasmya yang tampan
berkulit hitam manis dan berkumis tipis.
Akhirnya
Intan dan Yunda pulang bareng Aji naik mobil. Yunda duduk di belakang sedangkan
Intan duduk di depan sama Aji. Intan melihat Aji dengan senyum malu-malu sambil
memasang sabuk pengamannya. Aji bingung melihat Intan karena tersenyum
kearahnya.
“Ntan..
ngapain senyum-senyum lihat aku?” Tanya aji.
“nggak
apa-apa kok.. makasih udah antarin aku pulang sama yunda.” Kata Intan.
“iya
gak apa-apa selow aja, kita udah satu kelompok juga. Saling bantulah.”
Dalam
hatinya Aji. Ia berharap duduk sebelahnya bukan Intan melainkan Yunda. Seorang
gadis yang berhijab dan akhlaknya yang jadi panutan. Tetapi, tidak ada yang
tahu sebenarnya yunda akan segera menikah dengan pasangannya ketika sudah
selesai kuliah. Tapi disisi lain Intan mulai ada rasa dan menyimpan hati kepada
Aji.
Sepanjang
jalan mereka tidak begitu banyak berbicara. Hanya lagu di radio yang bersuara
menemani keheningan yang terbentur saling ada rasa. Yunda turun duluan dari
mobil berada di depan kosnya sebuah gang kecil yang ramai oleh lalu lalang
sepeda motor dan mobil.
“Makasih
ji.. udah antarin Yunda pulang, maafin ya udah ngerepotin.”
“iya
sama-sama yun.” Senyum Aji dengan tatapan yang begitu lama.
“iya
udah aku masuk dulu yaa.. hati-hati antarin Intan pulang.” Sambil menunjuk
Intan.
“iyaya..
yun.” Jawab singkat Aji.
Intan
hanya bisa membalas senyuman kepada Yunda. Setelah aji berpamitan dengan yunda.
Sepanjang jalan Intan banyak bicara dengan aji tentang teman-temannya lah,
kuliahnya lah, tentang anak tetangga lah banyak deh dia ceritain. Pelan-pelan
intan mulai mendekat dengan aji. Tapi, aji hanya merespon seperlunya saja tidak
banyak berbicara dengan Intan. Mungkin aji belum mengakrabkan diri dengan
intan.
Sesudah
sampai di kamarnya yunda langsung ambil wudhu untuk melaksanakan ibadah sholat
magrib. Sudah selesai sholat magrib dan hpnya bunyi bergetar, yunda bergegas
ambil dengan semangatnya ternyata telpon dari calon suaminya yang sedang berada
di luar kota. Yunda duluan membuka pembicaraan dengan jawab salam.
“Assalamualaikum
Sayangkuh :*” Kata Yunda dengan senyum-senyum.
“Waalaikumsalam
yank.. lagi ngapain? Sepertinya ada yang senang banget hari ini. Ada apa sih?
Cerita dong yank” Kata calon suaminya ingin mendengarkan curhatan atau cerita
dari calon istrinya itu.
“Hmm..
iya aku senang banget hari ini deh. Ketemu teman-teman baru. Tadi foto bareng
sama teman-teman KKN yank. Terus aku tadi diantarin sama temanku. Soalnya aku
nggak bawa motor yank.”
“Pantas
senang yanknya, semoga nanti menyenangkan KKN nya yaa. Kok bisa nggak bawa
motor yank? Motornya mana yank? Terus yang antarin kamu pulang itu cewek atau
cowok?” Tanya panjang lebar calon suaminya yang begitu penasaran.
“Motor
aku tadi di bawa sama budeku. Kebetulan tadi pagi ke kosku ambil motorku yank.
Terus ke kampus jalan samaan dengan tata yank. Terus tadi itu Aku diantarin
pulang sama teman kkn cowok yank. Tapi jangan marah yank aku nggak berdua kok
pulangnya. Ada temanku cewek kebetulan nggak bawa motor. Kebetulan temanku yang
cowok itu bawa mobil.” Terus terang Yunda kepada calon suaminya itu.
“Syukur
dah kalau begitu.. eits, tapi di dalam mobil itu kamu duduk samping teman kknmu
cowok yang bawa mobil itu?” Tanya lagi yang begitu detailnya.
“Nggak
kok yank.. aku di belakang dan temanku cewek namanya Intan duduk di depan.
Ihh.. cemburuan banget sih yank. Nggak apa duduk berdepet-depet apalagi
bersebalahan.” Jelas Yunda.
Sambil
menunggu adzan isya sepasang kekasih ini membicarakan tentang keluh kesan satu
sama lain. Seolah-olah dunia ini hanya milik berdua yang sedang bercumbu di
dalam telpon walaupun mereka LDR Lombok-Sumba. Walaupun terhalang oleh jarak dan
waktu. Sepasang kekasih ini yang akan segera menikah setelah kuliahnya yunda selesai
(ciee.. cihuyy).
Yunda
mengakhiri telponnya dan menghubungi lagi ketika keesokan harinya. Selang ada
sekitar 30 menit hpnya kembali bunyi bergetar. Yunda segera mengangkat telpon
dan menjawab salam. Ternyata yang telpon itu, siapa lagi kalau bukan Aji.
“Assalamualaikum
Aji.. Ada apa nelpon?” Tanya Yunda.
“Walaikumsalam
yun.. hmm gini besok kamu nggak sibuk?” Kata Aji.
“Nggak
kayaknya ji.. kenapa?”
“Besok
jalan yuk ke mall. Sekalian kita bahas proker KKN yun?”
“Hmm..
sama teman-teman juga? Tanya yunda.
“Nggak
usah deh, saya sama kamu aja. Lagian kan aku ketua dan kamu wakil ketuannya
yun.”
“terus
kalau ketua sama wakil aja. Nggak ada anggotanya gimana ji?” Mulai kesal yunda.
“ketua
sama wakilnya dulu, diskusiin rencana prokernya yun. Terus kumpul sama anggota
besok gimana?” Tanya aji secara tegas karena sebagai ketua.
“hmm..
iyadeh besok.” Tegas yunda.
“oke,
kalau begitu aku besok jemput di kosmu ya.”
Keesokan
harinya Indah, Intan, Ros, dan Bagas pergi belanja untuk keperluan KKN nya
selama 45 hari. Di pusat mall yang tidak jauh dari kampus mereka. Ketika mereka
sudah selesai belanja kerperluannya sambil cek barang-barang mereka
masing-masing. Bagas memanggil Intan dengan memukul pundaknya dari samping.
“Apaan
sih gas? Mukul pundak gw, ihh, nggak usah keras-keras. Sakit tau..” Tanya Intan
sambil ngelus pundaknya yang sakit.
“Antarin
aku beli obatku ayok.. Ehh, malah kelolosan. sebenarnya mau pergi ke apotek.
Antarin aku ntan, please.” Kata bagas mulai pasang muka memelas.
“Kebiasaan
bagas ini sukanya gitu ayok. Jalan sendiri sana! biar kita tungguin di sini.”
Kesal intan. Tiba-tiba indah menawarkan diri untuk mengantarkan bagas ke apotek
masih berada wilayah dalam mall.
“Oyaa..
gimana ke apoteknya bareng aku aja? Kebetulan aku mau ke apotek juga.” Tanya
Indah.
“iya
deh.. kalau begitu ndah.” Jawab Bagas.
“Jangan
lama-lama yaa.. awas kalian pacaran wkwk.” Canda Ros.
Akhirnya
Indah dan Bagas pergi ke apotek. Pada waktu bersamaan, Yunda dan Aji makan
disebuah resto yang berada di mall yang sama dengan Intan, Indah, Ros, dan
Bagas. Mereka bahas tentang program kerja buat KKN yang akan segera berjalan.
Mereka berdiskusi sambil bercanda. Yunda kelihatan senang dan ketawa lepas
denger coletehan aji yang membuat suasana yang begitu menyenangkan. Sepertinya
ada pendekatan diantara mereka atau disingkat PDKT. Perlahan-lahan aji mulai
mendekat dengan yunda. Cerita KKN ini segera ada cinta lokasi (cinlok) di
antara mereka.
Ketika
Indah dan Bagas akhirnya selesai juga membeli obat di apotek. Mereka lagi
berbicara sambil jalan pelan-pelan. Senyuman Indah yang sedikit malu-malu
dengan Bagas. Sepertinya Bagas tipikal cowok yang humoris walaupun sedikit
malu-maluin orangnya. Baru seminggu ketemu teman KKN nya sudah mulai akrab
(senang deh semoga langgeng ya pertemanannya). Tanpa sengaja Bagas melihat
kearah Yunda dan Aji yang berada di resto. Tertangkap basah aji makan bersama
Yunda. Bagas langsung menghampiri mereka tapi dicegah sama Indah.
“Ehh..
Mau kemana? Ayo dah kasihan Intan sama Ros nunggu itu!” Suara Indah mulai sedikit
kesal sambil menarik tangannya Bagas.
“Apaan
sih Ndah, aku mau samperin Yunda sama Aji. Mereka mau berpegangan tangan. Aku
mau gangguin.” Seru Bagas.
“Udah
biarin aja si.. barangkali mereka lagi bahas proker kita. Nanti bakal dinfoin,
ayok deh ke Intan sama ros kasihan mereka nunggu tuh.” Kata Indah.
“Cuma
bentar aja.. udah deh nggak usah bawel Ndah.” Langsung Bagas samperin Yunda dan
Aji.
“ihh..
Susah banget dibilangin.” Berseru Indah langsung susul bagas buat samperin
Yunda dan Aji.
Bagas
langsung datang samperin yunda dan aji yang lagi makan. Aji terkejut dengan
kedatangan bagas ke tempat mereka makan.
“Wet..
makan-makan nggak ngajak-ngajak yaa.. berdua aja ciee.. ciee.. belum-belum KKN
udah mulai dekat-dekat.” Cengir Bagas.
“Jangan
salah paham dulu gas. Aku sama dia nggak ada..” perkataan Yunda langsung
dipotong sama Aji.
“ngapain
sih kamu kesini? Buntutin gua sama yunda ya? Ntar, gua kasih tau digrup deh. Mengenai
proker kita nanti, kalian bisa beri pendapat.” Berseru Aji.
“biasa
aja kali ji.. kebetulan aku lewat sini kok sama Indah (Indah baru datang) dong
selow nggak usah ngegas Pak Ketua.” Kata Bagas seperti senyum nggak ikhlas.
“Ayok
dong kasihan Intan sama Ros tungguin kita. Kamu bikin rusuh aja deh.” ketus
Indah ngomel-ngomel dengan Bagas.
Akhirnya
Indah dan Bagas pergi dari restoran. Sedangkan Yunda melanjutkan makannya
sambil menenangkan aji dengan insiden kecil itu antara dia dengan Bagas. Ketika
Indah sama Bagas sampai, ros langsung ngomel ngerocos tanpa koma tanpa titik.
“Kalian
pergi ke apotek lama banget! Jangan-jangan kalian pacaran yaaa?” Berseru Ros.
“Idihh..
siapa juga yang pacaran sama manusia kayak dia. Pokoknya aku malas lihat dia!
Sok cakep banget sih. Ihh.. ada ya manusia
kayak gitu ishh..” ketus Indah sambil buang muka dengan Bagas.
“Siapa
suruh ngikutin aku lasing (sambil lihat Indah). Tau yaa.. tadi aku kepergok Aji
lagi ada di mall ini sama Yunda makan berdua lho.” Kata Bagas.
“Kok
nggak ngajak kita yaa.. kumpul gitu bahas proker. Malah berduaan.” Mulai
jengkel ros.
“Benar
Ndah, apa yang bilang sama bagas itu benar?” Tanya Intan yang penasaran.
“iyaa
mereka berdua, tapi tenang ajalah, mereka bahas proker aja kok. Yunda nggak
mungkin mendua juga.” Jawab Indah.
“Maksudnya
apa Ndah?” Tanya lagi Intan.
“Udah
deh pulang yukk..” Kata Ros.
Akhirnya
Intan, Ros, Intan, dan Bagas pulang ke rumah masing-masing. Tinggal tunggu
beberapa minggu lagi akan segera lokasi KKN. Semoga konfilknya tidak berkepanjangan
bisa selesaiin dengan secara bersama-sama nggak pakai emosi hihi. Tinggal
bersama keluarga baru selama kurang lebih 45 hari semoga menyenangkan.
BERSAMBUNG…
TERLIBAT
CINTA SEGITIGA BAGIAN III
SEGERA
DIRILIS JUGA DI TUNGGU YA J

anjay curhatan kknmu dah ni
BalasHapus